Senin, 13 Agustus 2018

Cerita Keluarga Bocah Ajaib yang Selamat Saat Pesawatnya Jatuh

     
     Hj Bollo, saudara kandung Jamaluddin saat memperlihatkan foto | AKURAT.CO/Muh.            Aliyafid



Delapan dari sembilan orang yang berada di dalam pesawat Pilatus PC-6 PK-HVQ milik Dimonim Air yang jatuh di wilayah Oksibil, Kabupaten Pegunungan BintangPapua, Minggu (12/8), meninggal dunia. Satu-satunya penumpang yang selamat dalam peristiwa itu merupakan bocah berusia 12 tahun bernama Jumaidi.
Jumaidi adalah anak dari Jamaluddin, warga Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jamaluddin sendiri ikut meninggal dunia dalam kejadian tragis itu.
Saudara Jamaluddin, Bollo, bercerita. Jamaluddin menaiki pesawat itu sehabis mengunjungi adiknya, Rahman, di Distrik Tanah Merah, Kabupaten Boven Diguel, Papua.
"Dia berangkat ke Tanah Merah untuk mengunjungi adik yang satu karena sakit, pas kembali pesawat yang ditumpanginya jatuh, jadi saya bilang tidak mungkin itu hidup kalau pesawat jatuh," kata Bollo di rumah duka, Senin (13/8).
Bollo mengatakan Jamaluddin merantau ke Papua sejak tiga tahun silam. Dia merupakan anak keenam dari 12 bersaudara. Sebagian besar saudara-saudara almarhum memang perantau.
"Tiga tahun lalu berangkat ke sana merantau, pertama kerja jadi tukang ojek, tapi sekarang sudah kerja proyek," kata dia dengan mata berkaca-kaca.
Hari itu, perasaan Bollo tak menentu. Antara duka dan bersyukur. Dia bersyukur karena ternyata Jumaidi selamat.
"Saya kaget di situ, alhamdulillah juga karena cepat ditemukan itu pesawat pas habis jatuh," tuturnya.
Jenazah Jamaluddin bakal diberangkatkan dari Papua ke Makassar hari ini.  Sementara Jumaidi masih dirawat di RS Bhayangkara, Jayapura.
"Dari keluarga sama yang selamatkan juga bilang kalau sudah semua jenazahnya dimandikan. Sudah dibersihkan, tinggal tunggu mau diberangkatkan. Karena mau dikubur di sini," katanya.
Korban yang meninggal dunia bernama Leslie Sevuve (pilot), Wayan Sugiarta (co pilot), Sudir Zukana, Martina Urapmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaluddin dan Naimus.
Maskapai Dimonim Air itu hilang kontak, kemarin, saat melakukan penerbangan dari Tanah Merah menuju Oksibil.

Sumber  akurat.co


Editor    : Siswanto

0 komentar:

Posting Komentar