Jumat, 10 Agustus 2018

M.Misbakhun: Rupiah Simbol Kedaulatan Negara



Legislator Partai Golkar, Misbakhun bersama Bank Indonesia melakukan edukasi pengenalan pentingnya masyarakat cinta Rupiah melalui seminar nasional bertema ‘Uang Rupiah sebagai Simbol Kedaulatan NKRI’ yang dibuat oleh Sinergi Indeks Indonesia.
Pada Senin (6/8), ketika berbicara di pendopo Kelurahan Kebonsari, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Misbakhun menegaskan bahwamata uang Rupiah harus berdaulat di negeri sendiri. Mata uang Rupiah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Sebagai mata uang NKRI, sudah sewajarnya Rupiah digunakan dalam seluruh transaksi. Kecintaan terhadap rupiah harus senantiasa ditanamkan kepada seluruh masyarakat Indonesia karena kecintaan rupiah salah satu wujud kecintaan terhadap bangsa,” tegasnya.
Pria kelahiran Pasuruan ini mensosialisasikan kepada masyarakat tentang wajib membumikan kecintaan rupiah untuk segala transaksi kita di wilayah NKRI, karena rupiah adalah simbol kedaulatan negara.
Di hadapan ratusan audiens, misbakhun yang dikenal gigih membela kebijakan Presiden Jokowi itu mengatakan, dalam situasi dimana nilai mata uang rupiah melemah dibanding dengan dollar, maka kecintaan terhadap rupiah perlu ditingkatkan oleh karena, setiap lembarnya merupakan wujud kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara.
Terkait unsur pengaman dalam mata uang rupiah edisi terbaru, menurut Misbakhun, rupiah memiliki sistem tiga level pengamanan, dengan begitu rupiah menjadi mata uang yang pengamanannya sangat kompleks dibandingkan mata uang negara lain. 
Sementara itu, pada hari Selasa (7/8), ketika berbicara di Balai Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Misbakhun mengatakan, salah satu mitra kerja Komisi XI DPR RI adalah Bank Indonesia. Sehingga sudah menjadi kewajibannya untuk menjaga agar Bank Indonesia tetap kuat dan profesional.
Di hadapan ratusan peserta seminar, Misbakhun mengingatkan bahwa isu hoax yang menyasar kepada mata uang rupiah adalah suatu perbuatan keji dengan nuansa politik.
“Seperti yang kemarin sempat viral bahwa ada logo palu arit, itu tidak benar. Bank Indonesia bukan lembaga politik yang patut untuk diserang untuk tujuan politik," tegasnya.
Kepala Bank Indonesia Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah menjelaskan terkait tugas pokok Bank Indonesia yang dijalankan selama ini dalam rangka menjaga nilai tukar dan menjaga inflasi rupiah. Difi juga menjelaskan tentang bagaimana mengenali keaslian nilai tukar rupiah. Hal ini menjadi penting karena kasus pemalsuan mata uang rupiah selalu terjadi.
“Untuk itu, masyarakat perlu tahu ciri-ciri mata uang rupiah asli agar terhindar dari maraknya kejahatan pemalsuan rupiah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Group Advisori dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Jawa Timur, Hermanta  menjelaskan tentang tugas dan wewenang Bank Indonesia. Ia mengatakan, beberapa tugas BI adalah menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan dan stabilitas sistem pembayaran dan pengedaran uang, ini perlu diketahui oleh masyarakat.
Hermanto bilang, evolusi dunia keuangan dimana sekarang sudah sampai pada era e-money. Dan, Bank Indonesiasecara resmi sedang mengkampanyekan tentang GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) dimana pemerintah mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi non tunai.
“Di antara manfaatnya adalah efisien dan lebih aman karena semua transaksi tercatat,” ujarnya.
Acara juga disemarakan oleh tim Cikur (Ciri keaslian Uang Rupiah) dari Bank Indonesia yang memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana mengenali keaslian mata uang rupiah dengan metode dilihat, diraba dan di terawang. Acara diakhiri dengan pemberian doorprize yang berisikan kuis kuis tentang mengenali keaslian mata uang rupiah.

Sumber : akurat.co

Editor    : Denny Iswanto

0 komentar:

Posting Komentar